Siapa yang jaga anak selama bekerja???nanny or ortu??


Hasil gambar untuk baby sitter

Hai mom,

Today aku mau share sedikit tentang pengalaman pribadiku..

Anakku lahir 3 maret 2015 di Jakarta, sejak saat itu sampai dengan usia 6 bulan Livy diasuh oleh mama mertuaku selama aku bekerja, mama mertuaku sengaja datang dari Jogja untuk merawat Livy karena sudah menjadi tradisi di keluarga suami bahwa cucu pertama dari anak-anak mama mertuaku akan diasuh oleh beliau selama 6 bulan pertama.

Setelah 6 bulan, mama mertua kembali ke Jogja karena berdomisili disana dan Livy diasuh oleh mama ku.
Livy tumbuh menjadi anak yang disiplin waktu, tidak pemilih saat makan dan penuh sopan santun.
Semua ini berkat kerjasama dari mamaku, mama mertua dan juga aku.
Kami berusaha menerapkan itu semua pada Livy agar tidak menjadi anak yang manja.

Tiba-tiba musibah datang di bulan Oktober 2018, mamaku harus dirawat di rumah sakit, awalnya karena nyeri perut, namun setelah diobservasi lebih dalam oleh pihak rumah sakit ternyata mama divonis gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah.
Gagal ginjal mama terjadi karena efek samping dari mengkonsumsi obat anti diabetes.
Kondisi ginjal mama yang memang ternyata selama ini sudah tidak berfungsi maksimal semakin drop akibat dari obat antidiabetes tersebut.

Selama 2 minggu kami berjuang melawan penyakit mama dengan berbagai cara tetapi keadaan mama tidak kunjung membaik.
Kondisi mama dari yang segar bugar drastis turun menjadi sangat lemah efek dari cuci darah.

Tetapi Tuhan rupanya lebih mencintai mama sehingga akhirnya mama harus menutup usia pada tanggal 31 Oktober 2018..

Sedih, perasaan kehilangan, panik, tidak bisa menerima kenyataan semua bercampur menjadi satu..

Aku tidak pernah menduga mama akan pergi secepat ini..
Aku masih membutuhkan mama, masih ingin mama ada disini bersama kami semua..dalam hati aku menjerit..

Tetapi suamiku segera menyadarkanku, bahwa saat ini aku adalah anak mama yang tertua..
Aku harus bisa menjadi tiang penopang bagi kedua adikku.
Aku harus tegar untuk keluargaku.

Setelah berdamai dengan hatiku, masalah baru hadir dalam kehidupan keluargaku..
Aku harus segera memikirkan siapa nanti yang akan menjaga Livy selama aku bekerja.

Apakah mama mertua ku??
Atau aku harus mencari PRT sekaligus nanny??

Sempat terpikir untuk resign tetapi keluargaku support agar aku tetap bekerja, karena papa sudah pensiun dan kami masih punya tanggung jawab terhadap adik bungsuku yang masih duduk di kelas 3 SMK, kami ingin agar dia dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik tanpa rasa khawatir akan masalah ekonomi keluarga kami.

Sedih saat dihadapkan dengan kenyataan melihat Livy kehilangan uti nya yang begitu menyayangi Livy, merawat Livy dengan baik sehingga Livy tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang meskipun kami orangtuannya sibuk bekerja.
Karena kehadiran uti dapat menggantikan kehadiran kami sementara saat kami tidak ada dirumah.
Mama bukan hanya sekedar ibu bagiku, nenek bagi Livy..
Mama juga adalah teman yang kompak untukku mengasuh Livy, kami dapat seiring dan sejalan menerapkan semua aturan-aturan dan kasih sayang untuk Livy.
aku sangat kehilangan itu semua.

Hingga akhirnya tante ku bersedia merawat Livy selama aku bekerja,
Awal Livy diasuh oleh tante semua berjalan dengan baik, aku dapat bekerja dengan tenang tanpa rasa khawatir akan keadaan Livy dirumah.
Tapi lama kelamaan baru terasa perbedaannya, Livy menjadi kian manja dan bossy.
Awalnya aku pikir ini hanya akibat dari perubahan kondisi yang dirasakan oleh Livy, tetapi lama kelamaan aku perhatikan bahwasanya perubahan sikap Livy mostly dikarenakan tanteku yang terlalu memanjakan dan menuruti semua permintaan Livy.
Kedisplinan dan peraturan-peraturan yang sudah biasa kami terapkan perlahan menjadi kacau balau.

Livy menjadi kian sulit diatur dan menjadi manja.
Aku sudah mencoba komunikasi dengan tante tetapi tante seperti sulit diajak berkompromi, tante merasa lebih tua dan lebih berpengalaman sehingga agak sulit menerima semua masukan dariku.
Seringkali tante menyalahkan Livy yang notabene masih balita dan belum mengerti mana baik mana buruk.

Perasaan tenang sekarang berubah menjadi galau..
Aku merasa lebih baik pakai nanny, karena nanny adalah orang lain yang bukan keluarga sehingga aku lebih leluasa untuk komplain dan memberi aturan.
Tetapi kalau melihat viral di media sosial perihal perilaku buruk nanny terhadap anak yang diasuh kadang aku menjadi ragu kembali.
Pilihan lainnya adalah day care, tetapi ini juga menjadi dillema tersendiri, selain merasa tidak tega meninggalkan anak di day care saat aku bekerja, dan juga biayanya yang tidak murah, aku juga kurang nyaman jika Livy seharian berada di tempat lain yang bukan rumahnya.
Semua masih dalam pertimbanganku dan suami sampai dengan saat ini.

Butuh masukan dari mommy-mommy bekerja lainnya, boleh bantu share pengalaman disini mom..
Buat jadi referensi aku menentukan pilihan, paling tidak sampai adikku tamat sekolah.




Komentar